Comments
LATEST
ADMINISTRASI CEGER 2
SURAT MENYURAT
ADMINISTRASI CEGER 2
Arsip Blog
- Agustus 2025 (2)
- Juli 2025 (2)
- November 2024 (1)
- Oktober 2024 (1)
- April 2024 (1)
- Maret 2024 (1)
- Februari 2024 (7)
Main Menu
SEARCH
GEDUNG SDN CEGER 2
Header Background Image. Ideal width 1600px with.
Popular Posts
-
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Kepada Yth. Seluruh Orang Tua/Wali Murid Kelas 1 SDN Ceger ...
-
Kartu Perpustakaan SDN CEGER 2 KARTU PERPUSTAKAAN SDN CEGER 2 Nama: Siti Aisyah NISN...
-
SDN CEGER 2 Kota Bogor Tutup Pesantren Kilat dengan Semarak Perlombaan Bogor, 2 April 2024 - SDN CEGER 2 Kota Bogor menutup kegiatan pesan...
Popular
-
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam sejahtera untuk kita semua. Kepada Yth. Seluruh Orang Tua/Wali Murid Kelas 1 SDN Ceger ...
-
Kartu Perpustakaan SDN CEGER 2 KARTU PERPUSTAKAAN SDN CEGER 2 Nama: Siti Aisyah NISN...
SEARCH
Archive for Februari 2024
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PJOK Kelas 5
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PJOK Kelas 5
Materi: Gerak Dasar Menipulatif
- Satuan Pendidikan: SDN Ceger 2
- Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)
- Kelas/Semester: Kelas 5 / Semester 2
- Waktu Pelaksanaan: [Tanggal]
B. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
- Standar Kompetensi:
- Mempraktikkan gerak dasar menipulatif pada permainan olahraga.
- Kompetensi Dasar:
- Mendemonstrasikan teknik dasar menipulatif dengan benar. Menerapkan teknik dasar menipulatif dalam permainan olahraga.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
- Siswa dapat menjelaskan teknik dasar menipulatif.
- Siswa dapat mendemonstrasikan teknik dasar menipulatif dengan benar.
- Siswa dapat menerapkan teknik dasar menipulatif dalam permainan olahraga.
D. Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik memahami teknik dasar menipulatif.
- Peserta didik mampu mendemonstrasikan teknik dasar menipulatif dengan benar.
- Peserta didik dapat menerapkan teknik dasar menipulatif dalam permainan olahraga.
E. Materi Pembelajaran
- Pengertian gerak dasar menipulatif.
- Teknik dasar menipulatif: memantul, melempar, menangkap.
- Penerapan teknik dasar menipulatif dalam permainan olahraga.
F. Metode Pembelajaran
- Ceramah singkat dan pemaparan materi.
- Demonstrasi teknik oleh guru.
- Latihan langsung oleh peserta didik.
- Permainan olahraga untuk mengaplikasikan teknik dasar menipulatif.
G. Media Pembelajaran
- Gambar dan video teknik dasar menipulatif.
- Alat-alat permainan olahraga (bola, raket, dll.).
H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pendahuluan (10 menit):
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Guru memperkenalkan materi gerak dasar menipulatif.
Inti Pembelajaran (60 menit): a. Guru menjelaskan pengertian dan teknik dasar menipulatif. b. Guru melakukan demonstrasi teknik secara langsung. c. Siswa berlatih teknik dasar menipulatif secara individu dan berkelompok. d. Guru memberikan umpan balik dan bimbingan individual.
Penutup (15 menit):
Guru merangkum pembelajaran dan memberikan tugas ringan.
Siswa menyampaikan pengalaman dan kesulitan selama latihan.
I. Penilaian
- Penilaian sikap: partisipasi, kerjasama, dan kedisiplinan.
- Penilaian pengetahuan: pemahaman terhadap teknik dasar menipulatif.
- Penilaian keterampilan: kemampuan mendemonstrasikan dan mengaplikasikan teknik dalam permainan olahraga.
J. Tugas Rumah
Menonton video tutorial gerak dasar menipulatif dan mencoba menerapkannya di rumah.
K. Referensi
- Buku PJOK kelas 5.
- Video tutorial gerak dasar menipulatif.
JADWAL OBSERVASI PEMBELAJARAN SDN CEGER 2
Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Sejarah Proklamasi Kemerdekaan
Sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika bangsa Indonesia secara resmi menyatakan kemerdekaannya. Meskipun kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II menjadi salah satu latar belakang penting yang mempercepat proses tersebut, kemerdekaan Indonesia bukanlah sebuah hadiah yang diberikan langsung oleh Jepang.
Peranan Kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II
Pada tanggal 6 Agustus 1945, sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima, Jepang oleh Amerika Serikat, yang menurunkan moral dan semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki, memaksa Jepang untuk menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Serangkaian Peristiwa Menuju Proklamasi
Pertemuan dengan Marsekal Terauchi
Pada tanggal 10 Agustus 1945, Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, Vietnam, untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi. Mereka diberitahu bahwa pasukan Jepang berada di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Marsekal Terauchi mengumumkan kepada Soekarno, Hatta, dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari.
Desakan dan Peristiwa Rengasdengklok
Dua hari setelah pertemuan di Dalat, saat Soekarno, Hatta, dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Namun, Soekarno belum yakin bahwa Jepang benar-benar telah menyerah dan proklamasi kemerdekaan pada saat itu dapat menimbulkan konflik yang besar. Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu, namun masih memegang kekuasaan di Indonesia.
Pada tanggal 16 Agustus 1945, peristiwa Rengasdengklok terjadi. Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, Wikana, Shodanco Singgih, dan lainnya membawa Soekarno, Fatmawati, dan Guntur (anak mereka yang baru berusia 9 bulan) ke Rengasdengklok. Tujuannya adalah agar Soekarno dan Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sana, mereka meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang Indonesia siap untuk melawan Jepang.
Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan
Penyusunan Teks Proklamasi
Setelah peristiwa Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mereka bertemu dengan Mayor Jenderal Oosugi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Nishimura mengemukakan bahwa Jepang harus menjaga status quo dan tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia seperti yang dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan tersebut dan menuju ke rumah Laksamana Maeda untuk melakukan rapat guna menyiapkan teks Proklamasi.
Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo, dan disaksikan oleh Soekardi, B.M. Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Teks Proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Setelah selesai disepakati, Sayuti Melik menyalin dan mengetik teks tersebut menggunakan mesin tik milik Mayor Dr. Hermanto Kusumobroto (dari kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman).
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi No.1), acara Proklamasi dimulai. Pukul 10 pagi, Soekarno membacakan teks Proklamasi dan pidato singkat setelahnya. Kemudian, bendera Merah Putih, yang dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan oleh seorang prajurit PETA bernama Latief Hendraningrat yang dibantu oleh Soepardjo dan seorang pemudi yang membawa nampan berisi bendera Merah Putih. Setelah bendera berkibar, lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh semua hadirin. Bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Proklamasi Nasional hingga saat ini.
Pasca Proklamasi
Pembentukan Undang-Undang Dasar (UUD)
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan rapat dan mengesahkan Undang-Undang Dasar sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang kemudian dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian, terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan secara sukarela oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Setelah usulan dari Mohammad Hatta dan persetujuan dari PPKI, Soekarno dan Mohammad Hatta terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan Wakil Presiden akan diambil sumpahnya oleh sebuah Komite Nasional.
Dengan demikian, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Teks Proklamasi yang disusun dengan cermat dan kesungguhan para pemimpin pada saat itu menjadi landasan dasar pembentukan negara Republik Indonesia. Proklamasi kemerdekaan merupakan momen penting yang harus dihargai dan diingat oleh setiap generasi Indonesia sebagai simbol perjuangan dan semangat kebangsaan.
